Kamu Adalah Jamur Yang Sedang Menjalani Pengalaman Sebagai Manusia
Kamu itu sebenarnya adalah jamur.. yang sedang mencoba merasakan untuk jadi manusia.
Iyap, kamu gak salah dengar.
Kamu itu jamur yang lagi dapet pengalaman hidup sebagai manusia.
Kamu adalah jamur yang lagi "menyamar" men-jadi manusia.
Gini ceritanya..
Pada suatu waktu (lama bgt pokoknya), jamur-jamur ini pertama kali datang ke planet bumi memakai pesawat luar angkasa mereka..
Beneran, pesawat luar angkasa. Alias UFO, alias benda terbang tak dikenal..
Karena sekarang kita tahu kalau "benda terbang" yang dimaksud itu sebenarnya adalah meteorit dan komet. Jadi ya, mereka itu semacam pesawat luar angkasa, dan mereka bawa penumpang di dalamnya..
Penumpangnya siapa? Penumpangnya adalah para spora, bareng sama bahan-bahan kunci dan bakteri lainnya yang jadi pemicu awal mulanya kehidupan di planet Bumi seperti yang kita tahu sekarang. Dulu, Bumi kita ini cuma bongkahan batu ketiga dari matahari..
Daratannya gersang. Gak ada apa-apa yang tumbuh. Nah begitu spora-spora ini mendarat, mereka mulai gerak-gerak tuh nyari makanan. Tapi masalahnya, gak ada yang bisa dimakan! Gak ada KFC, gak ada McDonald..
Bahkan buat komunitas vegetarian sekalipun, waktu itu tanaman belum ada. Isinya cuma batu doang..
Tapi ya namanya jamur, mereka harus tetep makan buat bertahan hidup. Dan satu-satunya "menu" yang tersedia saat itu cuma batu itu sendiri..
Dan kamu tahu apa yang terjadi kalau jamur makan batu?? Yaa mereka mengeluarkan kotoran berupa tanah..
Betul banget. Jamurlah sang pencipta tanah. Mereka yang bikin lapisan tanah pertama di bumi, sampai akhirnya 500 juta tahun kemudian, tumbuhan-tumbuhan primitif pertama bisa tumbuh dan berevolusi..
Terus beberapa juta tahun setelah itu, tebak siapa yang muncul dari tanah? Kita manusia..
[Tuhan Menciptakan Manusia dari Tanah]
Jadi di sini aku mau bilang kalau kita ini sebenarnya cuma perpanjangan dari proyek makhluk luar angkasa itu. Kamu itu cuma jamur yang lagi ngalamin pengalaman menjadi manusia..
Nah, itu poin pertamanya..
Tapi tahu gak sih kalau kita ini sebenarnya punya hubungan yang jauh lebih dekat sama jamur daripada yang kita kira selama ini? DNA kita itu lebih mirip sama jamur dibanding sama tumbuhan, lho..
Gak main-main, kita punya hubungan leluhur yang kuno banget sama jamur, yang kalau ditarik garis keturunannya bisa mundur sampai 650 juta tahun yang lalu..
Terus, tahu gak apa organisme hidup terbesar yang bernapas di planet Bumi ini? Jawabannya adalah jamur!..
Ukurannya membentang sampai lebih dari 3,2 km. Para peneliti udah ngecek, jamur yang ada di ujung sebelah sini dan ujung sebelah sana itu berasal dari satu hamparan jaringan (namanya: mycelium) yang sama..
Kamu tahu gak kalau jamur itu bernapas kayak manusia? Atau lebih tepatnya, manusia bernapas kayak jamur..
Jamur itu menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Dan hebatnya, mereka udah ngelakuin itu jauh sebelum manusia ada..
Kalian suka buang angin atau kentut gak? Ya kan, kita memproduksi angin kita sendiri. Jamur juga begitu..
Jamur bisa memproduksi angin atau udara mereka sendiri, dan lewat cara itulah mereka bisa menerbangkan dan menyebarkan spora-spora mereka..
[From dust to dust, from ashes to ashes]
Dari tanah kembali ke tanah, dari debu kembali ke debu. Seperti yang aku bilang tadi, jamur adalah pencipta tanah. Dan dalam prosesnya, mereka adalah sang pencipta, sang penjaga, sekaligus sang penghancur alias pendaur ulang..
Kamu makan makanan, kan? Tentu saja. Jamur juga makan, dan mereka punya sistem pencernaan. Bedanya, perut mereka gak di dalam tubuh, tapi di luar..
Nah, logikanya kalau kamu makan dan mencerna makanan, yang keluar di ujung satunya lagi pasti sama juga kan (tai). Tapi kotoran yang mereka keluarin dan yang kamu keluarin sebenarnya adalah "mata uang" utama di planet Bumi..
Bisa dibilang, kotoranlah yang bikin roda kehidupan di dunia ini berputar. Dan jamur itu suka banget sama yang namanya kotoran..
Kotoran itu adalah sesuatu yang berharga, bahkan kayak dewa. Dan sekali kamu nyobain jamur yang hanya tumbuh di atas kotoran itu, kamu bakal langsung paham (jamur psilocybin)..
Dan ini nyambung ke teori bernama Stoned Ape Theory (Teori Kera Mabuk). Teori yang bilang kalau pada satu masa, spesies kita dulunya gak mengonsumsi hal-hal kayak gini. Tapi begitu kita mulai mengonsumsinya, hidup kita gak pernah sama lagi..
Dalam dosis rendah, jamur psilocybin bisa menajamkan indra kita. Bikin kita bisa melihat lebih jelas, mendengar lebih tajam, dan memberi kita keunggulan dibanding makhluk lain yang gak mengonsumsinya..
Sedangkan dalam dosis tinggi, jamur ini bisa jadi afrodisiak alami. Bikin kita jadi lebih pengen "ehem" alias berhubungan intim. Nah, kalau kita lebih sering ngelakuin itu, gen-gen yang diwariskan ke generasi berikutnya bakal ikut meningkat dan mendorong evolusi spesies kita ke depan, sampai kita bisa jadi manusia kayak sekarang..
[Dorongan jamur mengontrol otak untuk bisa berkembang biak]
Dan itulah yang disuguhkan oleh sains saat ini: bahwa jamur psilocybin bisa menumbuhkan otak kita. Otak nenek moyang kita itu ukurannya mendobel sekitar 200.000 tahun yang lalu. Sampai hari ini, para ilmuwan masih bingung dan terus nanya, "Kok bisa? Gimana caranya?"
Beberapa mitos dan legenda kuno bilang kalau itu ulah alien, kayak bangsa Anunnaki. Tapi sebagian orang kayak aku bakal bilang, "Ya, emang bener karena alien, tapi lewat teknologi alien yang namanya fungi alias jamur."
Ya, kebiasaan kita mengonsumsi jamur membantu perkembangan otak kita. Dan sains zaman sekarang pun menyetujui hal itu. Gak cuma jamur psilocybin aja, tapi jamur kayak Lion's Mane (Surai Singa) dan jamur fungsional lainnya terbukti membantu mendukung pembentukan jalur saraf baru, alias neurogenesis dan neuroplasticity.
Jamur... aku pribadi gak tahu esensi dari mana mereka sebenarnya berasal, tapi aku tahu momen kedatangan mereka. Dan sejak mereka tiba di sini, kita udah punya hubungan simbiosis yang erat banget sama fungi. Kita gak bisa lepas dari mereka.
Seperti yang aku bilang, mereka pencipta tanah. Kita selalu bilang kita berasal dari tanah dan bakal balik ke tanah, dan jamurlah yang memfasilitasi serta menghubungkan segala komunikasi makhluk hidup yang ada di bumi, termasuk kita.
Makanya, peran yang mereka mainkan dalam mengembangkan otak kita, mendukung komunikasi kita, hingga membentuk kesadaran kita, itu semua udah tertanam di dalam diri kita.
Gak ada bedanya sama jaringan mycelium yang tertanam dan menganyam dirinya di dalam lapisan tanah. Jaringan itu juga udah menganyam dirinya di dalam tubuh manusia. Jaringan itu bertransformasi jadi sistem saraf pusat kita.
Itu adalah Bluetooth kita, Wi-Fi kita, personal hotspot kita. Sebuah teknologi organik. Internetnya tanah, sekaligus internet yang ada di dalam diri kita sendiri.
Balik lagi soal topik kotoran tadi ya, sebenarnya Bumi ini tuh cuma gumpalan kotoran raksasa.
Betul, kita memperhalus bahasanya dengan sebutan "tanah". Tapi begitu kamu paham kalau semua mikroorganisme itu tugasnya mengurai sisa limbah yang diproduksi jamur, misalnya jamur bisa ambil batang pohon mati, diurai, dan diubah jadi sesuatu yang baik.
Mereka mengubahnya jadi makanan dan minuman buat mikroorganisme lain. Mikroorganisme itu lalu memproses sisa limbah jamur tadi, dimakan, lalu dikeluarkan lagi jadi kotoran baru. Terus makhluk yang lebih kecil lagi datang di belakangnya, makan kotoran itu, dan ngeluarin kotoran lagi. Nah, lewat siklus itulah kita dapet tanah baru yang subur.
Tapi kalau kamu ikut ngitung matematika kayak yang aku lakuin, kesimpulannya ya itu tadi: Bumi ini cuma gumpalan kotoran raksasa. Kamu lahir dari kotoran itu, dan bakal balik lagi ke situ.
Dan sadar gak sih, kalau kita tarik balik ke cerita "invasi alien" lewat spora yang menginokulasi Bumi dan menjadikannya sebagai media tanam, Bumi ini emang cuma media tanam raksasa yang berhasil ditumbuhi.
Dan kita sebagai pembudidaya jamur sekarang, saat kita menyuntikkan spora ke bibit biji-bijian atau ke media tanam kita di rumah, kita sebenarnya lagi ngelakuin hal yang sama persis dalam skala mikro, seperti apa yang pernah terjadi di masa lalu dalam skala makro-galaktik.
Kita semua yang ada di sini... hanyalah jamur yang lagi dapet giliran ngerasain jadi manusia.
Comments
Post a Comment